
[ad_1]

Portalkendari.com, KENDARI – Inilah cara melawan hoaks dan ujaran kebencian dibagikan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Informasi tersebut disosialisasikan di SMAN 3 Kendari dalam kegiatan literasi politik digital untuk menjaga kualitas demokrasi.
SMAN 3 Kendari berlokasi di Jalan RA Kartini, Kelurahan Kessilampe, Kecamatan Kendari.
Berjarak 11,3 kilometer (km) dari Balai Kota Kendari di Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.00 Wita ini, melibatkan puluhan anggota Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMAN 3 Kendari.
Baca juga: Marak Ujaran Kebencian dan Provokasi di Media Sosial, Polresta Kendari Imbau Bijak Gunakan Medsos
Ketua Pelaksana Kegiatan, Sofyan mengatakan sosialisasi ini bertujuan membekali siswa dengan pemahaman kritis mengenai etika berkomunikasi politik di ranah digital.
Inisiatif ini merupakan wujud komitmen mahasiswa untuk mencerdaskan generasi muda agar mampu menggunakan media sosial secara bijak, serta berdiskusi mengenai isu politik secara santun dan konstruktif.
Sosialisasi tersebut memberikan arahan komprehensif kepada para siswa mengenai strategi efektif untuk melawan disinformasi dan ujaran kebencian.
Untuk melawan hoaks, siswa didorong meningkatkan literasi digital, bersikap skeptis terhadap informasi yang belum diverifikasi, dan melakukan riset mengonfirmasi kebenarannya.
Sedangkan, cara melawan ujaran kebencian dapat dilakukan melalui pengembangan etika di ruang digital dan dunia nyata.
Baca juga: Ketua MPM UHO Sebut Pers dan Mahasiswa Dapat Kolaborasi, Perangi Ujaran Kebencian di Masyarakat
Penanaman rasa empati, serta kebiasaan berpikir kritis sebelum bertindak, mengingat setiap individu memiliki potensi untuk menjadi korban dari ujaran kebencian.
“Dengan adanya kegiatan ini kami berharap siswa di SMAN 3 Kendari bisa memahami tentang etika komunikasi politik digital, dan bisa mengimplementasikan apa yang mereka dapatkan ke kehidupan nyata yang mereka jalani,” jelasnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)
[ad_2]