
[ad_1]

Portalkendari.com, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka menegaskan ketahanan pangan menjadi salah satu program prioritas pemerintahannya.
Hal itu tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
Upaya ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan pangan di daerah sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Fokus tersebut diwujudkan melalui Luas Tambah Tanam (LTT) di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.
Hingga Agustus 2025, realisasi LTT padi di provinsi dengan julukan Bumi Anoa ini tercatat mencapai 143.423,72 hektare (ha).
Baca juga: 4 Program Pendidikan Gubernur Sultra ASR Tahun 2025 Selain Perlengkapan dan Seragam Sekolah Gratis
Angka ini masih di bawah target yang ditetapkan Kementerian Pertanian (Kementan), yakni 213.966 hektare pada tahun 2025.
Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, Prof Muhammad Taufik, mengatakan untuk mengejar target, pihaknya bekerja sama dengan TNI dan pemerintah daerah.
Kerja sama ini dilakukan untuk mengawal proses tanam hingga panen agar sesuai dengan rencana.
“Setiap kabupaten dan kota memiliki target tanam bulanan agar tidak terjadi keterlambatan atau ketidakseimbangan antara jadwal tanam dan panen,” kata Prof Taufik, Kamis (11/9/2025).
Prof Taufik menyampaikan jika target LTT sebesar 213.966 hektar dapat tercapai, Sultra diproyeksikan mampu menghasilkan 683.752 ton gabah kering giling (GKG) dalam setahun.
Baca juga: Pupuk Subsidi Bisa Diakses Warga Non Petani Selama Masa Kepemimpinan Gubernur Sultra ASR, Syaratnya
Dari jumlah itu, produksi beras yang dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar 392.639 ton.
Adapun capaian realisasi LTT hingga Agustus 2025 tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Kabupaten Konawe menjadi penyumbang terbesar dengan 43.437,39 hektare, disusul Kolaka Timur 32.902,15 hektare, dan Konawe Selatan 26.653,66 hektare.
Selain itu, Bombana mencatat 18.024,2 hektare, Kolaka 11.642,02 hektare, Muna 547,5 hektare, Buton 1.152,4 hektare.
Wakatobi 4,8 hektare, Kolaka Utara 1.012,2 hektare, Buton Utara 406,8 hektare, Konawe Utara 2.668,5 hektare, serta Muna Barat 1.583 hektare.
Baca juga: 5.000 Keluarga di Kota Baubau Segera Nikmati Layanan Air Bersih dari Jaringan Pipa Baru Program ASR
Realisasi juga tercatat di Konawe Kepulauan 402 hektare, Buton Tengah 2 hektare, Buton Selatan 10 hektare, Kendari 563,1 hektare, dan Baubau 2.412 hektare. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)
[ad_2]