website murah

Gubernur Sulawesi Tenggara Bentuk 33 Brigade Pangan Kelola 6.745 Hektare Sawah Baru dari Kementan – Portal Kendari

Portal Kendari
27 Sep 2025 09:22
2 menit membaca

[ad_1]

website murah

Portalkendari.com, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, akan membentuk 33 brigade pangan untuk mengelola lahan sawah baru program Cetak Sawah Rakyat (CSR) dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Melalui program CSR, Sultra akan membuka lahan sawah baru seluas 6.745 hektare pada 2025.

Program ini sejalan dengan prioritas Gubernur Andi Sumangerukka bersama Wakil Gubernur Hugua dalam memperkuat ketahanan pangan, yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.

website murah

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, Prof Muhammad Taufik, menjelaskan setiap brigade beranggotakan 15 orang.

Terdiri dari pemilik lahan serta anggota dengan keahlian beragam, termasuk mekanik.

Masing-masing brigade ditugaskan mengelola 200 hektare sawah.

Mereka akan mendapat bantuan alat pertanian modern dari pemerintah, seperti mesin tanam, TR 4, mesin combine, pompa, alat semprot, benih, hingga pupuk.

Baca juga: Gubernur ASR Ajak Perbankan Garap Hilirisasi Mete, Kakao di Sulawesi Tenggara, Termasuk Bank Sultra

“Brigade pangan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan sawah baru yang dicetak pemerintah,” kata Prof Taufik.

Prof Taufik menyampaikan, pencetakan sawah baru tersebar di enam dari 15 kabupaten dan 2 kota di Sultra.

Enam kabupaten, yakni Kolaka Timur, Kolaka, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, dan Bombana.

Kolaka Timur menjadi daerah dengan lahan terluas, yakni 2.195 hektare.

Disusul Konawe dan Konawe Selatan masing-masing 1.400 hektare, Bombana 750 hektare, serta Kolaka dan Konawe Utara masing-masing 500 hektare.

Kabupaten lainnya yang tidak termasuk program CSR yakni Kolaka Utara, Konawe Kepulauan, Wakatobi, Muna, Muna Barat, Buton, Buton Selatan, Buton Utara, Buton Tengah. Serta 2 kota yakni Kendari dan Baubau.

Sebelum pencetakan dilakukan, pemerintah melaksanakan survei investigasi dan desain (SID) untuk memastikan lokasi yang dipilih layak secara teknis maupun sosial ekonomi.

Baca juga: Jelang STQH Nasional 2025, Gubernur Sulawesi Tenggara ASR Sediakan Internet Cepat di 8 Titik

Sawah yang dicetak tidak boleh dialihfungsikan dan harus tetap digunakan untuk pertanian.

“Setelah tahap SID rampung, proses dilanjutkan dengan konstruksi lahan dan persiapan penanaman. Target penanaman menyesuaikan jadwal Kementerian Pertanian, yaitu Oktober 2025,” jelasnya. (*)

(Portalkendari.com/Dewi Lestari)



[ad_2]

xwebsite murah
xwebsite murah