website murah

Harga Kain Tenun Masalili Muna Sulawesi Tenggara, Paling Diminati Pengunjung Pameran STQH di Kendari – Portal Kendari

Portal Kendari
13 Okt 2025 13:07
2 menit membaca

[ad_1]

website murah

Portalkendari.com, KENDARI – Kain tenun Masalili asal Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi salah satu produk paling diminati selama pameran Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) Nasional 2025 di Kota Kendari.

Kain khas Muna ini dipamerkan di stan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Muna yang berlokasi di Kawasan Eks MTQ Kendari, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga. 

Pengurus Dekranasda Muna, Juniarsi, mengatakan dari semua jenis kain tenun yang dibawa, tenun Masalili menjadi primadona. 

website murah

Jenis tenun ini paling banyak diminati dan terjual selama kegiatan berlangsung.

“Dari beberapa tenun yang kami tampilkan, tenun Masalili paling banyak dicari pengunjung. Banyak yang tertarik karena warnanya alami dan motifnya khas,” jelas Juniarsi saat ditemui, Senin (13/10/2025).

Baca juga: Makna Mendalam Motif dan Warna Tenun Masalili Asal Muna Sultra, Bercerita Sejarah dan Kelestarian

Juniarsi menyampaikan tenun Masalili dikenal dengan proses pewarnaannya yang menggunakan bahan alami, seperti daun mangga, kulit mahoni, dan kayu secang. 

Motif yang ditampilkan juga beragam, mulai dari motif daun sirih, rebung, kepiting, hingga motif khas Muna, kentanidole.

Satu lembar kain tenun Masalili sepanjang 3,8 meter dibanderol dengan harga antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta. 

“Harga tersebut tergantung pada tingkat kerumitan motif dan bahan pewarna alami yang digunakan,” tuturnya.

Kain tenun Masalili ini juga berhasil menarik perhatian istri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Siti Faridah Pratikno, serta istri Gubernur Sulawesi Tenggara, Arinta Nila Hapsari.

Baca juga: Presiden Jokowi Pakai Baju Tenun Masalili Muna, Hadir Virtual di HPN 2022 Kendari Sulawesi Tenggara

Mereka turut membeli kain khas Muna tersebut.

Selain dijual dalam bentuk lembaran kain, tenun Masalili juga diolah menjadi berbagai produk turunan seperti tas dan dompet. 

“Selama tiga hari pameran berlangsung, omzet penjualan tenun Masalili mencapai sekitar Rp27 juta,” ujarnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)



[ad_2]

xwebsite murah
xwebsite murah