
Portalkendari.com–Di tengah kesibukan sehari-hari, kebiasaan makan atau minum sambil berdiri menjadi hal yang sering dilakukan tanpa disadari. Entah saat terburu-buru di tempat kerja, dalam perjalanan, atau saat menghadiri acara-acara formal seperti pernikahan, banyak orang menganggap minum sambil berdiri adalah hal biasa.
Namun, para ahli kesehatan menegaskan bahwa kebiasaan ini dapat membawa dampak buruk bagi tubuh jika dilakukan terus-menerus.
Minum air adalah kebutuhan dasar tubuh manusia. Idealnya, seseorang mengonsumsi minimal 8 gelas air per hari untuk menjaga fungsi organ dan sistem metabolisme. Namun, posisi tubuh saat minum ternyata dapat memengaruhi cara tubuh menyerap air dan nutrisinya.
Dilansir dari halodoc, berikut beberapa dampak buruk dari minum sambil berdiri:
Ketika seseorang minum sambil berdiri, air masuk ke dalam tubuh dengan tekanan yang tinggi. Proses ini bisa menyebabkan gangguan penyerapan air dan nutrisi penting lainnya. Alih-alih diserap secara perlahan oleh tubuh, air bisa langsung turun ke perut bagian bawah dan melewati sistem pencernaan tanpa optimal.
Minum sambil berdiri dapat membuat air mengalir tanpa proses penyaringan maksimal oleh sistem tubuh. Hal ini memungkinkan zat-zat berbahaya atau kotoran menumpuk di kantong empedu dan berisiko membebani ginjal. Jika dilakukan secara terus-menerus, hal ini bisa berkontribusi terhadap gangguan fungsi ginjal dalam jangka panjang.
Salah satu fungsi air dalam tubuh adalah membantu mengencerkan kadar asam, terutama di lambung. Saat kita minum sambil berdiri, proses ini bisa terganggu sehingga tubuh kesulitan menjaga keseimbangan pH. Dalam jangka panjang, ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti perut kembung atau refluks asam.