
[ad_1]

Portalkendari.com – Berikut ini kisah santri yang harus merelakan tangannya usai terjepit reruntuhan Ponpes Al Khoziny.
Tak ada pilihan lain untuk santri berinisial NA itu.
Pasca insiden memilukan, dirinya harus menjalani proses amputasi pada tangan kirinya.
Sempat keluarga menolak dan protes atas tindakan medis yang harus dijalani NA.
Namun, NA terpaksa harus kehilangan tangannya.
Lantas bagaimana kisah NA ini?
Nasib NA berubah setelah insiden yang terjadi di Ponpes Al Khoziny, Senin (29/9/2025).
Ia menjadi salah satu korban selamat dalam insiden nahas tersebut.
Baca juga: Kisah Santri Muh Zahwa Selamatkan Alquran dan Tewas Memeluknya Saat Kebakaran Ponpes di Pinrang
Bangunan tiga lantai tersebut mendadak roboh sekitar pukul 15.00 WIB, saat santri sedang salat berjamaah di lantai satu.
Pilunya, NA harus kehilangan tangan kirinya.
Ia terjepit di reruntuhan bangunan.
Sebelum diselamatkan, tubuh NA berada pada posisi telungkup.
Sementara tangannya tertimpa bangunan.
Keputusan amputasi dilakukan karena kondisi NA harus diselamatkan.
Sebelum diamputasi, NA dibius agar tak merasa kesakitan saat proses tersebut dilakukan.
[ad_2]