
[ad_1]

Portalkendari.com, KENDARI – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada September 2025 mengalami deflasi month to month sebesar 0,26 persen.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, Andi Kurniawan usai merilis beberapa indikator strategis, Rabu (1/10/2025).
Bertempat di Kantor BPS Sulawesi Tenggara Jalan Komjen Jasin, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.
Berjarak 8,1 kilometer dari Kantor Balai Kota Kendari, Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga.
Kantor BPS Provinsi Sultra ini dapat ditempuh menggunakan sepeda motor ataupun mobil selama 17 menit.
Baca juga: Gubernur Sulawesi Tenggara Perluas Pasar Murah ke Kelurahan untuk Jaga Ketahanan Pangan dan Inflasi
Andi menjelaskan, deflasi merupakan kondisi harga barang dan jasa mengalami penurunan dari periode sebelumnya.
Penyumbang utama deflasi di Sultra secara month to month adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,67 persen.
Dengan komoditasnya antara lain beras, tomat, cabai rawit, ikan cakalang, dan bawang merah.
Salah satu penyebab deflasi pada September 2025 ini dipengaruhi adanya penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Kebijakan pemerintah terhadap penyaluran beras SPHP periode September berdampak pada harga beras yang sebelumnya terjadi kenaikan yang cukup tinggi,” jelas dia.
Baca juga: Petani Bantu Pemerintah Tekan Inflasi di Kendari Sulawesi Tenggara, Bakal Disiapkan Bibit dan Pupuk
“Yang mengakibatkan inflasi pada bulan-bulan sebelumnya kalau gak salah pada Juli inflasi di beberapa kota di Sultra terjadi kenaikan cukup tinggi,” tambahnya.
Meski demikian, secara year to date inflasi di Sultra sebesar 3,26 persen sedangkan year on year sebesar 3,68 persen.
Inflasi tersebut dialami oleh empat kabupaten/kota indeks harga konsumen (IHK) di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Inflasi year on year tertinggi terjadi di Kota Baubau sebesar 4,84 persen, diikuti Kabupaten Kolaka sebesar 4,34 persen.
Lalu Kabupaten Konawe dengan inflasi 3,86 persen, dan Kota Kendari dengan inflasi terendah 2,99 persen. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)
[ad_2]