
[ad_1]

Portalkendari.com – Rob Friend, CEO Harimau Malaya, berharap Timnas Malaysia tetap fokus menghadapi laga Kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Timnas Laos digelar Oktober 2025.
Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial, pada Senin (29/9/2025), Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) bersama Rob Friend.
Menyatakan keterkejutan atas sanksi dijatuhkan FIFA terhadap Federasi dan 7 pemain keturunan baru, tanggal 26 September 2025 lalu.
“Kami sangat terkejut dengan keputusan FIFA dan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dikenakan kepada para pemain kami,” katanya, mengutip laman MakanBola.com.
Baca juga: Johor Darul Tazim Vs Machida Zelvia Prediksi: Skuad JDT Pincang 3 Pemain Andalan Sanksi FIFA
Rob Friend menjelaskan FAM telah menangani masalah administratif tersebut secara serius dan saat ini tim nasional berdiri kokoh di balik proses banding sedang berlangsung.
Sebagai Harimau Malaya, fokus utama mereka saat ini adalah menyiapkan tim yang kuat, untuk pertandingan kualifikasi melawan Laos.
Lebih lanjut, Rob Friend menghormati proses yang sedang berjalan untuk segera menyelesaikan masalah ini.
Ia berharap semua pihak dapat bersatu demi kemajuan sepak bola Timnas Malaysia.
“Kami juga berkomitmen memastikan disiplin, profesionalisme, dan performa kami di lapangan terus mencerminkan kebanggaan dan semangat nasional.”
“Kami menghormati proses yang sedang berlangsung dan yakin bahwa hasilnya akan adil dan transparan.”
“Ini momen penting bagi sepak bola Malaysia. Harimau Malaya tetap bersatu dan tegas, berdiri bersama para pemain, pelatih, dan staf saat. dengan tekad dan tujuan jelas,” tutup Rob Friend dalam pernyataan resminya.
Di sisi lain, eks Menteri Pemuda dan Olahraga, Khairy Jamaluddin, mengajak para pendukung untuk memberikan ruang bagi FAM.
Baca juga: FC Seoul Vs Buriram United Prediksi Skor, Head to Head dan Line Up: Tim Tamu Pede Menang di Korea
Dalam mengajukan banding ke FIFA terlebih dahulu sebelum menarik kesimpulan. Pernyataan ini disampaikan setelah Khairy melihat beragam komentar.
Terutama dari beberapa pendukung di media sosial, terkait sanksi terhadap FAM dan 7 pemain keturnan baru-baru ini.
Sebagai mantan Wakil Presiden FAM, Khairy memahami kemarahan penggemar sepak bola nasional atas kejadian tersebut.
[ad_2]